Rute Umroh Plus Turki, dengan Saudia atau Kombinasi Maskapai?
Rute Umroh Plus Turki bisa berbeda meski menggunakan maskapai yang sama. Saudia misalnya dapat digunakan dengan beberapa susunan perjalanan, sedangkan kombinasi Qatar Airways dan Turkish Airlines memungkinkan pola perjalanan yang lebih satu arah dari Indonesia ke Saudi, lanjut Turki, kemudian pulang ke Jakarta.
Karena satu progam menghubungkan tiga wilayah, Indonesia, Arab Saudi, dan Turki, nama maskapai saja belum cukup memberi gambaran seperti apa perjalanan yang akan dijalani.
Rute Umroh Plus Turki dengan Saudia Bisa Berbeda
Dari beberapa itinerary Umroh Plus Turki yang saya lihat, Saudia bisa digunakan dengan pola perjalanan yang berbeda. Salah satu contohnya:
Jakarta ➜ Jeddah ➜ Turki ➜ Jeddah ➜ Madinah ➜ Makkah ➜ Jeddah ➜ Jakarta
Pada pola ini, jamaah memang mendarat di Jeddah lebih dulu, tetapi perjalanan kemudian dilanjutkan ke Turki. Setelah agenda Turki selesai, jamaah kembali ke Jeddah lalu menuju Madinah dan Makkah untuk menjalani rangkaian perjalanan di Tanah Suci.
Ada juga pola lain:
Jakarta ➜ Jeddah ➜ Makkah ➜ Madinah ➜ Turki ➜ Madinah ➜ Jakarta
Di sini urutannya berbeda. Jamaah menjalankan umroh dan perjalanan Makkah - Madinah terlebih dahulu, baru setelah itu menuju Turki. Selesai dari Turki, penerbangan kembali melalui Madinah sebelum menuju Jakarta.
Maskapainya sama-sama Saudia, tetapi ritme perjalanannya tidak sama. Sangat mungkin ada susunan lain karena itinerary mengikuti tiket grup, jadwal penerbangan, serta program yang dibuat pada masing-masing tanggal keberangkatan.
Nama Maskapai Belum Menjelaskan Seluruh Perjalanan
Ini yang menurut saya mudah terlewat ketika melihat brosur.
Tulisa "Saudia Airline" biasanya cukup menonjol, tetapi dari nama itu saja kita belum tahu apakah Turki berada di awal atau di akhir perjalanan, apakah setelah dari Turki harus kembali ke Saudi, atau dari kota mana jamaah akhirnya pulang ke Indonesia.
Bandingkan saja:
Jakarta ➜ Jeddah ➜ Turki ➜ Jeddah ➜ Madinah ➜ Makkah ➜ Jeddah ➜ Jakarta
dengan:
Jakarta ➜ Jeddah ➜ Makkah ➜ Madinah ➜ Turki ➜ Madinah ➜ Jakarta
Sekilas sama-sama menggunakan Saudia. Setelah ditulis lengkap, karakter perjalanannya langsung terlihat berbeda. Karena itu, selain bertanya maskapainya apa, saya lebih suka melihat alur perjalanan dari awal sampai akhir.
Kombinasi Qatar Airways dan Turkish Airlines
Travel juga bisa menggunakan dua maskapai dalam satu program. Salah satu contoh yang cukup menarik adalah:
Jakarta ➜ Doha ➜ Jeddah ➜ Makkah/Madinah ➜ Turki ➜ Jakarta
Pada perjalanan berangkat, jamaah menggunakan Qatar Airways dari Jakarta dengan transit di Doha sebelum menuju Jeddah. Setelah rangkaian perjalanan di Makkah dan Madinah selesai, perjalanan diteruskan ke Turki. Kepulangan kemudian menggunakan Turkish Airlines dari Istanbul menuju Jakarta.
Kalau dibuat lebih sederhana:
Indonesia ➜ Saudi ➜ Turki ➜ Indonesia
Di sinilah terlihat alasan kenapa penggunaan dua maskapai bisa lebih sederhana. Bukan sekadar supaya sebuah paket terlihat memakai dua airline berbeda, tetapi karena kombinasi tersebut dapat membantu dalam membentuk rute sesuai urutan perjalanan.
Dalam contoh ini, setelah agenda Turki selesai jamaah tidak perlu kembali lagi ke Saudi sebelum pulang ke Indonesia.
Qatar Airways dan Turkish Airlines tentu bukan satu-satunya kombinasi yang mungkin digunakan. Travel dapat menyusun kombinasi lain menyesuaikan tiket grup, jadwal penerbangan, dan itinerary pada periode tertentu.
Ada Rute yang Kembali ke Saudi, Ada yang Langsung Pulang
Kalau berbagai contoh tadi dipadatkan, bentuknya kurang lebih menjadi beberapa pola berikut:
Indonesia ➜ Saudi ➜ Turki ➜ Saudi ➜ Indonesia
atau
Indonesia ➜ Saudi ➜ Turki ➜ Indonesia
Turki juga bisa ditempatkan sebelum rangkaian umroh, tergantung program.
Rute yang terlihat lebih pendek belum tentu otomatis paling nyaman. Jadwal penerbangan, waktu transit, jam keberangkatan, dan perpindahan selama perjalanan juga ikut menentukan.
Tetapi dengan mengetahui pola dasarnya, calin jamaah sudah punya gambaran apakah perjalanan akan banyak bolak-balik atau bergerak lebih satu arah.
Cek Bagian Mana yang Terbang Langsung
Tulisan direct atau penerbangan langsung di brosur juga sebaiknya dibaca sampai detail sektornya.
Misalnya pada kombinasi Qatar Airways dan Turkish Airlines
Jakarta ➜ Doha ➜ Jeddah
jelas terdapat transit di Doha, Qatar. Sementara bagian kepulangannya berupa
Istanbul ➜ Jakarta
Jadi ketika melihat tulisan penerbangan direct, jangan langsung menganggap seluruh perjalanan dari awal sampai akhir bebas transit. Lihat bagian mana yang dimaksud.
Cara Sederhana Membaca Rute Umroh Plus Turki
Cara paling mudah menurut saya adalah menulis ulang rute di brosur menjadi satu baris.
Dari satu baris saja biasanya sudah kelihatan Turki berada di awal atau akhir, di mana jamaah transit, apakah harus kembali ke Saudi, dan dari mana perjalanan pulang dimulai.
Setelah rutenya dipahami, barulah lebih enak membandingkan hal lain seperti harga, durasi, hotel, jumlah malam di Makkah dan Madinah, serta agenda selama di Turki.
Catatan Akhir
Dalam Umroh Plus Turki, maskapai bukan hanya soal pesawat apa yang dinaiki. Susunan tiket ikut menentukan bagaimana perjalanan dari Indonesia menuju Saudi dan Turki disambungkan.
Bahkan paket yang sama-sama menggunakan Saudia bisa memiliki pola yang berbeda. Begitu juga ketika travel menggunakan kombinasi maskapai seperti Qatar Airways dan Turkish Airlines.
Jadi sebelum memilih paket, buka itinerary penerbangannya dari awal sampai akhir. Nama maskapai memberi gambaran, tetapi rute lengkap yang menunjukkan seperti apa perjalanan sebenarnya.

Posting Komentar